Pemecatan Ranieri Sama Gilanya dengan Brexit dan Terpilihnya Donald Trump, Kata Klopp

Kabar Olahraga – Keputusan Leicester City memecat Claudio Ranieri sama gilanya dan mengejutkan dunia seperti halnya dengan keputusan Brexit atau terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, menurut manajer Liverpool Jurgen Klopp.

Meski sukses besar mengantarkan Leicester juara Premier League untuk kali pertama sepanjang 132 tahun sejarah klub, namun Ranieri kesulitan pada musim keduanya, dengan terjerembab di papan bawah. The Foxes hanya unggul satu poin di atas tiga tim terbawah klasemen sementara Premier League, meski juga sukses diantarnya hingga 16 besar Liga Champions dan berpeluang cukup besar untuk lolos ke perempatfinal.

Liverpool menjadi lawan pertama Leicester paskapemecatan Ranieri yang diumumkan pada Rabu (22/2) malam waktu setempat, dengan asisten manajer Craig Shakespeare dan pelatih tim utama Mike Stowell sebagai pengisi sementara hingga manajer baru terpilih.

Segala pencapaian Ranieri dengan Leicester tersebut dan dengan dekatnya waktu pemecatan dengan jelang pertemuan melawan Liverpool, menambah kebingungan Klopp.

Dia membandingkan keputusan itu dengan keputusan para voter Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa pada referendum Juni 2016 lalu, dan juga terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat mengalahkan Hillary Clinton pada November 2016 lalu.

“Saya dengar kabar (pemecatan) ini kemarin malam. Apa yang bisa saya katakan? Apakah saya terkejut dengan segala hal seperti ini bisa terjadi? Tidak. Itu tidak hanya terjadi di sepak bola. Menurut saya ada beberapa keputusan aneh di 2016-2017: Brexit, Trump, Ranieri,” kata Klopp pada konferensi pers.

“Saya tidak mengerti mengapa Leicester memutuskan itu. Semua orang bisa melihat situasinya di liga, situasi di Liga Champions, yang kami (Liverpool) tidak di sana,” lanjutnya.

Klopp pun ikut menyatakan kesannya pada sosok Ranieri yang dikenalnya sejak masih menangani Borussia Dortmund.

“Dia sosok yang sangat spesial di sepak bola, orang yang sangat baik. Saya pernah bertemu dia sebelumnya ketika dia mengunjungi saya di Dortmund dan kami punya obrolan asik di sana. Dia hebat,” urai pria Jerman ini.

Liverpool akan bertandang ke Stadion King Power pada Senin (27/2) waktu setempat nanti.