Liverpool Sekarang Lebih Berbahaya Dibanding Saat Ada Luis Suarez

Kabar Olahraga – Kiper Liverpool Simon Mignolet menyebut Liverpool sekarang lebih berbahaya dibanding saat masih diperkuat Luis Suarez.

Liverpool hampir meraih gelar juara Premier League untuk kali pertama saat tim asuhan Brendan Rodgers terpeleset di pekan-pekan terakhir musim 2013-14, dan berakhir di posisi kedua tertinggal dua poin dari sang juara Manchester City.

Suarez memainkan peran yang dominan pada saat itu, dengan mencetak 31 gol dan 21 assist pada 33 laga di liga. Musim terakhirnya bersama The Reds pun berbuah banyak penghargaan pribadi, seperti topskor Premier League, Premier League Player of the Season, PFA Players’ Player of the Year, dan FWA Footballer of the Year.

Musim 2013-14 tersebut juga menjadi musim pertama Mignolet bergabung dengan Liverpool. Dia pun memberikan pendangannya tentang Liverpool saat ini yang disebutnya tidak tergantung pada kehebatan satu pemain bintang.

“Kami punya 25 pemain di ruang ganti tapi akhirnya hanya ada 11 pemain yang bisa bermain, jadi bakal selalu ada beberapa pemain yang kecewa di tiap pekan,” kata Mignolet.

“Kami berjuang untuk tujuan yang sama, dan saya pikir itu kekuatan kami musim ini, kami bermain sebagai tim,” tegas kiper Belgia itu.

“Ketika saya pertama kali gabung di sini itu lebih tentang beberapa pemain tertentu, Luis Suarez dan Daniel Sturridge mencetak semua gol dan Steven Gerrard masih bermain. Sekarang ini bahaya datang dari kekuatan dan kesatuan skuat kami,” jelasnya lagi.

Masih menurut Mignolet, Liverpool era Jurgen Klopp bermain dengan menekan bersama dan bahu-membahu saat bertahan. Mereka tidak menumpukan harapan pada satu atau dua pemain untuk mencetak gol. Hal itulah yang menurut Mignolet membuat tim Merah dulu lebih mudah dihentikan jika bisa menghentikan Suarez.

“Kembali ke masa itu, jika Anda bisa menghentikan Luis, anda punya peluang (mengalahkan) Liverpool tapi sekarang anda akan mengahadapi seluruh tim yang bermain untuk satu sama lain dan saya pikir itu lebih berat,” urainya.

Liverpool sempat membuat awal yang menawan di musim 2016-17, namun pada Januari mereka mengalami paceklik hasil baik dengan hanya menang sekali (lawan Plymouth di Piala FA) dari 10 pertandingan di semua kompetisi.