Gerrard Beberkan Kunci Rahasia Jadi Pemain Hebat

Steven Gerrard

Kabar Olahraga – Steven Gerrard berbagi pandangan tentang sikapnya sebagai pemain yang telah membantunya menjadi pemain hebat bagi Liverpool dan Timnas Inggris.

Gerrard telah menjadi icon Liverpool era modern, menjadi kapten yang membawa The Reds meraih trofi Liga Champions kelima di final dramatis di Istanbul. Juga tampil lebih dari 700 pertandingan di semua kompetisi untuk klub berkandang di Anfield itu.

Selain itu, Gerrard juga menjadi sedikit pemain yang tampil lebih dari 100 pertandingan untuk The Three Lions. Tepatnya 114 laga dalam 14 tahun, dengan 40 pertandingan sebagai kapten.

Kepada BT Sport Football, Gerrard menerangkan bagaimana dia bisa berkembang dari pemain muda 18 tahun yang debut pada 1998, lantas menjadi pemain hebat di kemudian hari. Dia mengaku terobsesi menjadi lebih baik dari para saingannya untuk mengenakan seragam merah Liverpool.

“Saya terobsesi. Saya terobsesi mengalahkan orang dan berlatih dengan obsesi pada menjadi pemain terbaik dalam latihan setiap harinya,” ujar Gerrard.

“Saya tidak, saya akan pulang dan berpikir tentang hal itu dan mencoba untuk melakukannya pada hari berikutnya,”

“Anda harus terobsesi. Meskipun mereka rekan setim Anda, Anda harus terobsesi untuk mengalahkan mereka, dan sekali Anda berhasil melakukannya, mereka tersingkir dan tidak akan kembali,” lanjutnya.

Gerrard yang sekarang berstatus sebagai pelatih di Akademi Liverpool, mengingatkan para pemain muda bahwa bakat saja tidak cukup untuk membawa mereka meraih kesuksesan.

“Pemain berbakat dunia membuat saya frustasi. Saya suka pemain berbakat dan senang melihatnya, tapi para pemain jenis ini perlu memahami sisi lain sepak bola: bertarung, menang, tackling, berjuang sampai sakit, biarkan paru-paruu serasa terbakar, berjuang sangat keras,” tegas Gerrard.

“Di akhir pertandingan jika pemain muda ingin menyerah, maka Anda tidak bisa melakukan itu di level Premier League atau Liga Champions, jadi buat saya, ada hal yang sama penting dengan bakat di sisi lain sepak bola,” pungkasnya.